Sebelum gue nulis lebih lanjut tentang postingan dihari berbahagia ini, gue mau ngucapin buon compleanno buat para Brigade Milanisti ( fansclub milanisti distrik Bekasi ) yang pertama dan ngucapin selamat atas sukses terselenggaranya acara BM Cup yang pertama, selamat, kalian sudah bekerja dengan sangat maksimal walaupun disana sini masih harus banyak yang diperbaikki. Banyak hal yang memberikan sebuah motivasi bagi kita para Milanisti Distrik Bekasi untuk terus lebih maju dan maju karena kita adalah saudara, keluarga, satu suara, MILAN.
Postingan gue kali ini ada info – info menarik seputar BM Cup yang diadakan pada tanggal 17 April 2011. Sungguh hal yang sangat membahagiakan karena gue bisa berbagi lewat tulisan gue yang masih sangat amatir ini. sekedar informasi buat temen2 aja klo gue nulis postingan ini malam2 banget, alias dini hari, tapi karena udah keburu tidur, akhirnya baru bisa nerbitinnya pagi – pagi.
( Kalo mau lanjut, klik judulnya )
Okeh, kembali ke TKP, yaitu acara BM Cup. Acara ini diikuti oleh tujuh FansClub yang tersebar di JabodetaBEK, Madrid FansClub ( Miyabi ), Liverpool FansClub ( Big Reds ), Lazio FansClub ( Laziale ), Roma FansClub ( Romanisti ), Juventus FansClub ( Juventini ), Manchester United FansClub ( United Indonesia ), dan tentunya AC Milan FansClub ( Brigade Milanisti ) itu sendiri, yaa biarpun jadi panitia, kita mau sedikit berbagi kebahagiaan bermain futsal bareng temen – temen fansclub lainnya. Masing – masing fansclub mengirimkan 2 perwakilan, kecuali United Indonesia dan Brigade Milanisti, mengirimkan 3 perwakilan. Pada momen ini BM Cup menyewa 2 lapangan utama dari Alibaba Futsal, tempat berlangsung acara berbahagia ini, terletak di Pekayon.
1. BM CUP
Acara berbahagia ini dimulai pukul 9 dengan pembukaan dan sambutan – sambutan dari para il Commandate Brigade Milanisti. Tapi sayang, pada moment ini gue dating telat, jadi gak bisa ngasih tau apa yang disampaikan para petinggi BM ( hhehehe, sorry gan ). Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pertandingan pertama, yaitu Brigade Milanisti 1 melawan Laziale A berada pada lapangan 1, dan United Indonesia B melawan Miyabi B berada pada lapangan 2. Dan hasilnya? Sayang sekali Brigade Milanisti mengalami kekalahan perdana melawan Laziale lewat drama adu penalty dengan skor 2-3. Dan UI B melawan Miyabi B berakhir dengan kekalahan United B dengan skor tinggi 8-5. Satu perwakilan BM sudah “tewas”, tapi tetap profesionalitas sebagai panitia tetap “hidup” ( mau tepuk tangan boleh kok, hhehehe ).
Berlanjut pada pertandingan kedua, menyajikan partai Big Reds Liverpool melawan Miyabi A di lapangan 1. Partai ini dimenangkan oleh Miyabi A dengan skor 3-4, kemudian di lapangan 2 ada partai derby ibukota, Laziale B melawan Romanisti B dan Laziale B keluar sebagai pemenang dengan skor 7-4. Sejauh ini Laziale dan Miyabi menjadi raja dengan meloloskan kedua wakilnya ke babak perempat final.
Kembali berlanjut ke pertangdingan ketiga, menyuguhkan partai sengit, United Indonesia A melawan Juventini B di lapangan 1. Pada pertandingan ini kedua tim membawa supporter mereka masing – masing. Kedua supporter saling bersautan menyuarakan lagu – lagu kebangsaan tim mereka. Pertandingan ini begitu sengit dengan atmosfer supporter yang sangat ramai dan kedudukan pun beda tipis, dimenangkan oleh United Indonesia A dengan skor 3-2 setelah sebelumnya Juventini berhasil menguasai pertandingan dan unggul 2-0 sebelum sampai akhirnya United membalikkan keadaan dan keluar sebagai pertandingan. Pada lapangan 2 Brigade Milanisti kembali menelan kekalahan keduanya. Kali ini Brigade Milanisti harus mengakui kehebatan dari United Indonesia C. Brigade Milanisti dipaksa takluk tipis 5-7.
Dan pada partai terakhir fase pertama BM Cup, akhirnya Brigade Milanisti berhasil memenangkan pertandingan. Pada partai yang dilaksanakan di lapangan 1 ini, Brigade Milanisti berhasil mencatatkan kemenangan perdana setelah memaksa Romanisti tunduk cukup tinggi dengan skor 4-2 setelah unggul telak 4-0 ( minta tepuk tangannya dongg, hhehehe ). Beralih ke lapangan 2, disana ada partai Juventini A melawan Big Reds B. Pada partai ini Juventini menang telak 5-1 dan berhasil menyingkirkan Big Reds dari persaingan untuk memperebutkan label Juara pada BM Cup yang pertama ini menemani Romanisti setelah kedua perwakilannya kalah pada fase pertama.
Pertandingan di hentikan sejenak untuk istirahat shalat dan makan. Ada yang menarik, di ruang panitia, BM yang tadi menang lawan Roma masih tidak menyangka bisa menang. Bagaimana tidak, dari tiga perwakilan BM, BM yang diinisialkan “X” ( BM X ) inilah yang paling tidak diunggulkan untuk melaju ke fase selanjutnya. Tapi tak disangka, ternyata mereka yang tidak diunggulkan berhasil menang meyakinkan 4-2, selamat……
Priiiiiiiittttt……!!!! Suara peluit wasit menandai fase babak perempat final dimulai mempertemukan Laziale A melawan Miyabi A di lapangan 1 dan United Indonesia A melawan Brigade Milanisti dilapangan 2. Pada lapangan 1 Miyabi A memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-3 sedangkan Brigade Milanisti harus kembali menelan kekalahan dengan skor yang cukup telak 5-1 ( hiikkkks, hiiiiikkkkkks…… ). Hal ini kembali meyakinkan sebuah mitos bahwa setiap tuan rumah yang mengadakan tournament, tidak pernah bisa memenangkan tournament. Hal ini pernah terjadi pada Miyabi ( Real Madrid FansClub ) yang harus bernasib sama dengan Brigade Milanisti saat mengadakan sebuah perhelatan tournament.
Berlanjut pada partandingan perempat final yang kedua yang mempertemukan Miyabi B melawan Laziale B di lapangan 1 dan partai United Indonesia C melawan Juventini A dilapangan 2. Pada lapangan 1 diluar dugaan Laziale menang dengan skor yang sangat meyakinkan, Laziale B menang tidak tanggung – tanggung 1-7. Pada partai ini Laziale sampai harus mendapatkan 3 kali kesempatan tendangan penalty kedua karena kerasnya partai ini. Wasit pun harus mengeluarkan 3 buah kartu kuning. Miyabi B terlihat frustasi menhadapi permainan Laziale yang sangat terkoordinir.
2. KONTROVERSI
Disela – sela serunya “pembantaian” Laziale terhadap Miyabi di lapangan 1, tiba – tiba suara gemuruh penonton terjadi di Lapangan 2. Entah apa yang terjadi, tapi tiba – tiba, gue denger ada panitia yang bilang,”Koq itu berantem segala sih…” Waduh, berantem??? Koq bisa… Padahal pada tournament BM Cup ini Internisti Merda tidak ikut serta. Gue penasaran, dan setelah gue liat ke TKP, gak taunya terjadi sebuah kontroversi yang mendengar keterangan dari penonton sih merugikan Juventini.
Jadi begini cerita yang gue dapet langsung dari official Juventini. Pada pertandingan ini, Juventini sudah sempat unggul telak 3-0. Tapi United dapat menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dengan serentetan gol – gol kontroversi. Dimulai dari gol kedua, karena goal pertama tidak dianggap kontroversi. Goal kedua ini dinilai sebuah kontroversi karena sudah melewati garis goal kick, tapi wasit mensahkan goal ini, sehingga merubah kedudukan menjadi 3-1. Berlanjut pada goal kontroversi selanjutnya yang membuat keadaan menjadi 3-3, goal ini berawal dari sebuah maneuver seorang pemain United didepan gawang Juventini, tapi saat bola menghampiri gawang, tiba – tiba bola menyentuh tangan pemain United dan masuk ke gawang dan Wasit pun mensahkan kembali goal tersebut. Babak pertama selesai, tiba – tiba Juventini melancarkan aksinya, pihak Juventini merasa sangat dirugikan dengan kejadian ini dan melakukan Walk Out alias ngambek keluar lapangan tidak ingin melanjutkan pertandingan. Ada yang berujar sempat terjadi kontak fisik tapi entah siapa dengan siapa, maklum, gue gak ada di TKP waktu itu.
Setelah melakukan pendekatan dengan kedua pihak, akhirnya dengan hati yang lapang, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pertandingan, yaitu babak kedua. Huuuuh, butuh waktu sekitar 30 menit untuk membujuk kedua belah pihak yang “bersengketa”. ( kasih tepuk tangan dulu deh buat panitia udah berusaha buat nyari solusi yang terbaik ).
Pertandingan pun dilanjutkan dengan perasaan yang mungkin bercampur aduk bagi kedua belah pihak. Setelah 15 menit waktu berlalu, pertandingan pun usai dengan kemenangan United Indonesiac dengan skor 5-3. Juventini pun pulan dengan lagu kebangsaan mereka dan hati mereka yang lapang. Tepuk tangan buat Juventini ( proookkk….proookkkk mantap buat Juventini, bisa legowo ).
3. SANG JAWARA
Setelah tournament diistirahatkan untuk kembali nantinya pertandingan berlanjut ke fase semi final, partai semifinal pun akhirnya dimulai. Pada fase ini, United Indonesia menjadi penguasa dengan dua perwakilan, bersama dengan Miyabi A dan Laziale B.
Seperti biasa, partai kembali dibagi dilapangan 1 dan 2 dengan Miyabi A melawan United Indonesia A dilapangan 1 dan United Indonesia C melawan Laziale B dilapangan 2. Mengejutkan, United menjadi juara setelah kedua perwakilannya melaju ke babak final setelah masing – masing United Indonesia mengalahkan lawan – lawannya 4-3 dan 4-2. Otomatis partai final kurang semarak karena kedua tim yang bertanding dari fansclub yang sama, yaitu United Indonesia.
Tap tetap saja, gue mewakili panitia, mau ngucapin selamat buat United Indonesia FansClub telah memenangkan tournament BM Cup yang pertama, yang penting buat Brigade Milanisti menang gak menang yang penting makan tumpeng nasi kuning, hheheheh….
Selamat juga buat temen2 panitia yang udah sukses mengadakan acara ini sampai dengan akhir dan lancer. Tetap yang harus dilakukan adalah mengambil pelajaran2 berharga disetiap peristiwa pada tournament kali ini.
BUON COMPLEANNO BRIGADE MILANISTI, TOTALITAS TANPA BATAS DENGAN LOYALITAS….FORZA BRIGADE MILANISTI DAN AC MILAN….






0 komentar:
Posting Komentar